POLITIK

Saat AS Pindahkan Tentara dari Qatar, Trump: Iran Janji Pembunuhan Demonstran Berhenti

Nuruddin Almai 265 hari yang lalu Dilihat 1,435 kali
Foto diambil dari Facebook The White House, memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan pada 14 Januari 2026. Ketika AS memindahkan tentara dari pangkalan militer Al Udeid di Qatar pada 14 Januari 2026, Trump sebut ia mendapat jaminan bahwa Iran akan menghentikan pembunuhan demonstran.

TRIBUNNEWS.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan ia telah menerima jaminan bahwa Iran berhenti membunuh para demonstran.

Hal itu disampaikan setelah AS mulai mengevakuasi sebagian personel dari pangkalan militer Al-Udeid di Qatar.

“Kita telah diberitahu bahwa pembunuhan di Iran sedang berhenti, dan memang sudah berhenti. Pembunuhan sedang berhenti, dan tidak ada rencana untuk eksekusi, atau eksekusi,” kata Trump di Ruang Oval, tanpa menyebutkan sumber informasinya, pada Rabu (14/1/2026).

Trump merujuk pada rencana rezim Iran untuk mulai mengeksekusi para demonstran yang ditangkap.

Ketika ditanya apakah intervensi militer AS sudah dikesampingkan, dia berkata, “Kita akan mengamati dan melihat bagaimana prosesnya. Tetapi kami telah menerima pernyataan yang sangat baik dari orang-orang yang mengetahui apa yang sedang terjadi.”

Presiden berusia 79 tahun itu menambahkan bahwa dia berharap “benar” bahwa eksekusi telah dihentikan.

“Itu hal yang besar,” kata Trump, menambahkan bahwa dia akan mencari tahu lebih lanjut.Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran pasar bahwa serangan AS terhadap Iran sudah dekat, sehingga menekan harga minyak.

Minyak mentah Brent, patokan internasional, turun 4 persen menjadi $63,78 per barel dalam perdagangan di New York pada Rabu sore, lapor FT.

Baca juga: Sejarah Konflik AS–Iran: Kudeta Mossadegh 1953 hingga Gelombang Protes 2026

AS Pindahkan Tentaranya dari Pangkalan Militer di Qatar

Sebelumnya, militer AS telah mulai memindahkan sebagian personel dari Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, pangkalan Amerika terbesar di Timur Tengah, menurut laporan pada hari Rabu.

Langkah ini diambil setelah Trump mengisyaratkan kemungkinan intervensi di Iran, dengan berbagai opsi termasuk opsi militer.

Beberapa personel disarankan untuk meninggalkan pangkalan tersebut — yang menampung sekitar 10.000 tentara Amerika — pada hari Rabu malam, menurut Associated Press.

Menurut Reuters, Iran memperingatkan negara-negara tetangga bahwa mereka akan mengambil tindakan balasan jika AS menyerang Iran.

“Teheran telah memberi tahu negara-negara regional, dari Arab Saudi dan UEA hingga Turki, bahwa pangkalan AS di negara-negara tersebut akan diserang jika AS menargetkan Iran,” kata seorang pejabat senior Iran seperti diberitakan Reuters, Rabu.

Merespons berita pemindahan militer AS di Qatar, Kantor Media Internasional Qatar (IMO) mengonfirmasi bahwa negaranya terus menerapkan semua langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga negara dan penduduknya sebagai prioritas utama.

Berita Lainnya