BOGOR, TERUPDATE.BIZ.ID – Dalam rangka pengembangan diri, sekaligus mendukung pengembangan korporasi, Asep Saiful Anwar, S.E., M.B.A., yang saat ini bertugas sebagai pejabat aktif Pelindo dan berperan aktif dalam transformasi Terminal Peti Kemas (TPK) Sorong, sedang mengikubasi Gerakan Bhakti Amanah.
Pria tangguh yang berpeluang menempati jabatan Board of Director (BOD) ini, memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ide untuk menciptakan gerakan tersebut sudah lama muncul sejak awal berdinas di Pelindo pada 2010.

“Ya, doakan saja. Selain kegiatan internal dan aktif dalam transformasi TPK Sorong, Kita merencanakan punya kegiatan yang sudah lama diimpikan. Harapan ingin punya kegiatan yang bisa mendukung dan bantu masyarakat yang kesusahan. Orang jompo misalnya,” ungkapnya dalam sebuah sesi pelatihan SDM dalam rangkaian perjalan dinasnya di Sorong, Papua.
Tambahnya, “Selain kegiatan pelatihan dan narasumner, Kita pikir sih penting untuk tetap memperhatikan kondisi masyarakat, terutama di daerah terpencil dan tertinggal. Program unggulan dari Gerakan Bhakti Amanah, diantaranya: pelatihan dan pembukaan akses pekerjaan, permodalan bagi industri UMKM, perbaikan infrastruktur, rumah tidak layak huni, dan rumah ibadah. Harapannya bisa menjadi program nasional. Mungkin kerjasama dengan program corporate social responsibility (CSR) Pelindo.”
Motivasi untuk membuat gerakan juga terinspirasi dari aktifitasnya di Yayasan Kesadaran Aktuari Nusantara (YAKAN) yang diketuai oleh Dik Dik Kusnadi, Bc.Ip, S.Sos., M.M. yang juga aktif sebagai Kepala BNN Jakarta Selatan beberapa tahun lalu.
YAKAN merupakan organisasi yang mewadahi para trainer dan praktisi berbagai disiplin meliputi keuangan dan SDM yang seringkali membantu UMKM dan beberapa startup untuk mengembangkan organisasi dan strategi financial engineering, yang dijalankan bersama-sama sahabat lamanya yang merupakan jebolan Universitas Indonesia.
YAKAN juga sering berkolaborasi dengan beberapa kolega media nasional diantaranya Dewan Pers Indonesia, Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia, termasuk beberapa gerakan mahasiswa: BEM UI, HMI, PMII dan GMNI.
“Sempat ngobrol ke Pa Dik Dik dan dewan pembina, minta saran. Terus juga beberapa kolega dan senior juga yang sekarang berdinas di Kemensos dan salah satu Kemenko, juga Kemenkeu. Udah pede untuk jalanin gerakan ini dan udah siap juga beberapa donatur yang dukung. Tunggu, aja tangga mainnya,” ujarnya.
Selanjutnya, Gerakan Bhakti Amanah akan dinaungi oleh Yayasan Bhakti Amanah miliknya dengan visi menjadi organisasi nirlaba yang bertujuan membantu masyarakat untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi, kesehatan, dan sosial sesuai standar yang ditetapkan yayasan. (***)
