KRT Didik Prasetyo, S.E., M.B.A., akrab disapa DPS, merupakan tokoh sentral dalam industri transportasi sewa di Indonesia, sekaligus Ketua Umum DPP Asperda (Asosiasi Pengusaha Rental Daerah) Indonesia yang berhasil membawa transformasi modern ke dalam organisasi tersebut.
Berangkat dari kepedulian DPS kepada para pengusaha rental di daerah dalam naungan Asperda, kini DPS sedang mengikubasi Gerakan Perhubungan Nasional setelah semua kontribusi Asperda berhasil didukung lintas kementrian.
“Iya, mengingat sejak 2017, Kita sudah dapat banyak dukungan dari berbagai lembaga kementrian dan instansi pemerintah daerah, menurutku perlu dieskalasi menjadi gerakan nasional,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya setelah Munas ke-4 di Bali selesai.
Lanjutnya, “Sejak Munas Ke-3, Kemenparekraf melalui Sandiaga Uno, Kemenhub, termasuk pemerintah Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah melalui Walikota Solo Gibran-yang kini menjadi Wapres Republik Indonesia, telah mendukung inovasi-inovasi Kita.”

Beliau merupakan inisiator kuat pembentukan Koperasi Asperda di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jabodetabek dengan visi meningkatkan posisi tawar anggota terhadap vendor dan meningkatkan kesejahteraan bersama melalui pengadaan armada dan suku cadang yang terpusat.
Di bawah arahannya, Asperda menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan acara-acara besar nasional seperti PON Papua 2021 dan PON Aceh-Sumut 2024, dengan mengoordinasikan distribusi armada antarprovinsi secara sistematis.
DPS juga mendorong seluruh Dewan Pengurus Daerah (DPD) untuk melek teknologi dan membangun sinergi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan transportasi untuk melegalkan dan memperkuat ekosistem kendaraan sewa.
Melalui kepemimpinan DPS, Asperda kini telah berkembang hingga memiliki ratusan anggota perusahaan rent car yang tersebar di puluhan provinsi, menjadikannya salah satu kekuatan ekonomi pendukung konektivitas nasional.
“Harapannya, setelah Gerakan Perhubungan Nasional dideklarasikan nanti, dapat menampung aspirasi masyarakat, khususnya pelaku industri perhubungan dan pariwisata, tentunya mendukung industri pariwisata dan perhubungan nasional,” tutupnya.
