HUMANIORA

Forsa Green, Inovasi Peduli Lingkungan ala Abah Didin

Bowo 31 hari yang lalu Dilihat 1,076 kali
Abah Didin dan Kang Bayan, penggerak Kelompok Tani Hutan Jayagiri Talunsamida. (Foto: Sikonsultan)

Bandung – Abah Didin selaku Ketua DPW Forsa Jawa Barat menginisiasi gerakan lingkungan hidup Forsa Green dengan mengunjungi beberapa tokoh diantaranya Kelompok Tani Hutan Jayagiri Talunsamida dan Tokoh Lingkungan Hidup Bambang Yagasu pada Jumat (04/09/2026).

“Kami (baca: Forsa Jawa Barat) tergerak untuk melakukan penetrasi ke masyarakat melalui program lingkungan hidup, hanya saja Kami butuh wawasan terbaru mengenai lingkungan. Alhamdulillah, Kang Bayan bisa ditemui,” ungkap Abah Didin.

Abah Didin berdiskusi bersama Kang Bayan di hutan Jayagiri, Bandung (Foto: Sikonsultan).

Kang Bayan merupakan tokoh penggerak di wilayah Jayagiri, Lembang yang berhasil menghimpun para petani hutan untuk melakukan budidaya kopi dan pengembangan hutan aromatik dalam wadah Kelompok Tani Hutan Jayagiri Talunsamida.

“Kami diberi mandat mengelola ±112 Hektare wilayah hutan Jayagiri, 35 Hektare diantaranya sudah bertransformasi sebagai area produktif. Area tersebut merupakan kawasan hutan lindung yang berkembang menjadi kawasan Perhutanan Sosial dalam program Kemitraan Kehutanan Perhutani (KKP),” terang Kang Bayan.

“Semoga Abah Didin melalui Forsa Green dapat membuka akses bagi para pemangku kepentingan dari sektor pemerintahan, maupun swasta, termasuk tokoh-tokoh filantropis untuk pengembangan hutan aromatik dan produk herbal hutan lainnya”, ungkap Kang Bayan.

Selanjutnya, Abah Didin juga mengunjungi Ketua Yayasan Gajah Sumatera (Yagasu) Dr. Bambang Suprayogi (Pa Bambang) di kawasan Garuda, Bandung.

Abah Didin bersama Dr. Bambang Suprayogi beserta tim (Foto: Sikonsultan).

“Semoga dengan kesempatan emas ini, Pa Bambang bisa memberikan kesempatan bagi Forsa Jawa Barat untuk jadi mitra strategis Yagasu ke depannya”, terang Abah Didin.

Pa Bambang mengungkapkan Yagasu saat ini sedang menginkubasi gerakan ketahanan pangan melalui pengembangan produk mangrove.

“Sudah ada donatur yang siap untuk melakukan investasi pada sektor ini. Abah Didin bisa menjembatani para pelaku UMKM melalui Forsa Green untuk diedukasi tentang Credit Carbon dan ekspor produk UMKM berbasis mangrove”, terang Pa Bambang.

Yagasu telah melakukan penelitian dan pengembangan produk mangrove diantaranya Pangan Pengganti Beras (PPB) dalam bentuk tepung mangrove yang telah berhasil diolah menjadi kudapan, serta serat mangrove yang telah dijadikan bahan kain yang telah digunakan brand LV untuk fashion show internasional.

Pa Bambang juga menyampaikan telah siap melakukan penanaman mangrove di sepanjang pantai barat Saudi. Saat ini sedang proses penjajakan dengan pihak Kerajaan Saudi. (***)

Berita Lainnya